BeritaEkonomi & Bisnis

HUT ke-9 APNI di Jakarta Perkuat Posisi Indonesia sebagai Raja Nikel Dunia

GNNINDONESIA.COM, JAKARTA – Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) merayakan hari jadinya yang ke-9 melalui acara bertajuk 9th Year APNI Anniversary yang berlangsung di Grand Ballroom Hotel Sultan Jakarta, Jumat (6/3) sore. Perayaan tersebut berlangsung hangat dan penuh kebersamaan dengan dihadiri ratusan undangan dari unsur pemerintah, pelaku industri pertambangan, asosiasi, hingga mitra internasional.

Ketua Panitia perayaan, Ense D.C. Solapung, dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara tersebut sekaligus mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam perjalanan organisasi selama sembilan tahun terakhir.

“Kami memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena pada sore hari ini kita dapat berkumpul bersama dalam suasana penuh kebersamaan untuk merayakan 9th Year APNI Anniversary,” ujarnya di hadapan para tamu undangan.

Ia menjelaskan, perayaan tersebut dihadiri sekitar 450 undangan yang terdiri dari pejabat pemerintah, anggota APNI, perwakilan perusahaan pertambangan nikel, perusahaan pendukung industri pertambangan, asosiasi, hingga mitra strategis dan berbagai stakeholder terkait.

Menurut Ense, kehadiran para tamu undangan merupakan bentuk dukungan nyata terhadap perjalanan APNI dalam memperjuangkan kemajuan industri nikel nasional.

“Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian merupakan kehormatan bagi kami dan menjadi bentuk dukungan nyata bagi perjalanan APNI hingga memasuki tahun ke-9,” tegasnya.

Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam perayaan tersebut, antara lain Ketua Umum Asosiasi Penambang Nikel Indonesia Nanan Soekarna, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Tri Winarno, anggota Dewan Ekonomi Nasional Septian Hario Seto, Chairman Philippines Nickel Industry Association Antonio L. Co, serta Presiden PNIA Dante R. Bravo.

Selain itu hadir pula Direktur Eksekutif Dewan Ekonomi Nasional Tubagus Nugraha, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Moga Simatupang, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan PBK BAPPEBTI Siti Fatimah, Founder & Chair MCorp Hermawan Kartajaya, serta pendiri APNI Syamsu Daliend.

Dalam kesempatan tersebut, Ense juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai perusahaan yang telah menjadi sponsor dan mendukung terselenggaranya acara ini. Beberapa di antaranya adalah PT Adhi Kartiko Pratama Tbk, PT Energy Metals Indonesia, PT Sambaki Tambang Sentosa, SMM Information & Technology Co., Ltd, PT Riota Jaya Lestari, PAM Mineral Tbk, PT Anindya Wiraputra Konsult, PT Rajawali Internasional Grup, PT Gunbuster Nickel Industry, Iceria Corp, PT Pertamina Lubricants, PT Bumi Konawe Abadi, serta PT Sucofindo (Persero).

Ia menegaskan bahwa perayaan ulang tahun APNI bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum refleksi perjalanan organisasi dalam mengawal perkembangan industri nikel Indonesia.

“Perayaan hari ini bukan hanya sekadar momentum seremonial, tetapi juga menjadi refleksi perjalanan APNI selama sembilan tahun dalam mengawal, memperjuangkan, dan mendorong kemajuan industri pertambangan nikel Indonesia agar semakin berdaya saing dan berkelanjutan,” katanya.

Menurutnya, selama hampir satu dekade terakhir APNI telah memainkan peran penting dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah dan pelaku usaha pertambangan nikel. APNI juga aktif mendorong terciptanya tata kelola industri pertambangan yang lebih profesional, transparan, serta memberikan manfaat bagi perekonomian nasional.

Rangkaian kegiatan dalam perayaan tersebut berlangsung meriah dan penuh kebersamaan. Acara diawali dengan pembukaan dan laporan panitia, dilanjutkan dengan pemutaran profil APNI yang menggambarkan perjalanan organisasi sejak berdiri hingga saat ini.

Salah satu agenda penting dalam acara tersebut adalah penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara APNI dan Philippines Nickel Industry Association sebagai bentuk penguatan kerja sama internasional dalam sektor industri nikel.

Selain itu, perayaan juga diisi dengan prosesi tiup lilin dan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan APNI yang telah mencapai usia sembilan tahun.

Dalam suasana bulan Ramadan, acara juga diisi dengan kultum dan doa bersama menjelang buka puasa. Panitia juga menggelar program charity melalui penjualan tumbler APNI yang hasilnya akan digunakan untuk kegiatan sosial.

Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan hiburan yang semakin menambah suasana hangat dan kebersamaan di antara para peserta yang hadir.

Ense berharap momentum perayaan ini dapat semakin memperkuat solidaritas dan sinergi di antara seluruh pemangku kepentingan di sektor pertambangan nikel Indonesia.

“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan penuh makna, serta semakin mempererat solidaritas dan sinergi di antara kita semua,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyelenggaraan acara masih terdapat kekurangan.

“Sebagai Ketua Panitia, saya juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan acara ini masih terdapat kekurangan. Semoga kebersamaan hari ini menjadi energi positif bagi APNI untuk melangkah lebih kuat dan lebih solid di tahun-tahun mendatang,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *