IFEX 2026 di ICE BSD, PT President Furniture Perkuat Posisi Furniture Indonesia di Pasar Internasional
GNNINDONESIA.COM, JAKARTA – PT President Furniture kembali menunjukkan eksistensinya di panggung internasional dengan berpartisipasi dalam pameran furniture terbesar di Asia, Indonesia International Furniture Expo 2026 (IFEX 2026). Perusahaan berbasis kayu ini menargetkan perluasan pasar baru di luar Eropa sekaligus mendorong penguatan ekspor produk jadi yang memiliki nilai tambah tinggi bagi industri nasional.
Hal tersebut disampaikan Heris Nugroho, salah satu Owner PT President Furniture, dalam wawancara dengan awak media di booth perusahaan yang berada di Hall 2 nomor 7 pada hari pertama IFEX 2026 yang berlangsung pada 5–8 Maret 2026 di Indonesia Convention Exhibition BSD City, Tangerang.
IFEX 2026 merupakan pameran furniture internasional yang menghadirkan lebih dari 500 peserta pameran serta menampilkan lebih dari 30.000 produk unggulan dari berbagai produsen furniture Indonesia. Pameran ini menjadi ajang strategis bagi pelaku industri furniture nasional untuk memperluas jaringan bisnis sekaligus memperkenalkan inovasi desain kepada pasar global.
Heris mengungkapkan bahwa dibandingkan lokasi sebelumnya, banyak buyer mancanegara menilai penyelenggaraan pameran di kawasan BSD City memberikan kenyamanan yang lebih baik. Hal ini didukung akses yang relatif dekat dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta serta ketersediaan hotel dan fasilitas pendukung yang memadai.
“Customer banyak yang bilang lebih nyaman di sini. Akses lebih dekat ke bandara, hotel juga banyak di sekitar BSD, jadi secara keseluruhan lebih enak untuk aktivitas pameran,” ujarnya.
Pada IFEX 2026 kali ini, PT President Furniture menghadirkan sejumlah sampel dan desain baru sebagai bagian dari strategi pengembangan pasar. Menurut Heris, inovasi desain menjadi faktor penting agar produk tetap kompetitif dan mampu menjawab kebutuhan pasar internasional yang terus berkembang.
“Setiap pameran kami selalu menghadirkan sampel baru. Inovasi itu wajib. Kami tidak bisa hanya mengandalkan desain lama,” tegasnya.
Selain mempertahankan pasar tradisional di kawasan Eropa, tahun ini PT President Furniture juga mulai mengembangkan ekspansi ke kawasan Amerika Latin dan Afrika yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan yang cukup besar bagi industri furniture Indonesia.
“Pasar kami sebelumnya banyak di Eropa. Sekarang kami mulai mengembangkan ke Amerika Latin dan Afrika. Kami mencari kerja sama baru dan buyer baru,” jelas Heris.
Namun demikian, Heris juga mengungkapkan adanya kendala yang dirasakan pada penyelenggaraan IFEX tahun ini. Ia menyebutkan cukup banyak calon buyer mancanegara yang sebelumnya telah menjadwalkan kunjungan akhirnya membatalkan kehadiran mereka.
Menurutnya, pembatalan tersebut sebagian besar disebabkan oleh kendala penerbangan internasional yang dipengaruhi situasi geopolitik, khususnya konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
“Beberapa calon buyer sebenarnya sudah konfirmasi akan datang, tetapi akhirnya cancel karena masalah penerbangan yang terdampak situasi perang di Timur Tengah,” ungkapnya.
Sebagai produsen furniture berbasis kayu, PT President Furniture menegaskan bahwa kekuatan utama produk furniture Indonesia terletak pada kualitas kayu serta keterampilan pengerjaan atau craftsmanship yang telah lama menjadi identitas industri mebel nasional di pasar global.
“Keunggulan furniture Indonesia itu ada di kayunya. Itu yang menjadi nilai jual utama kita,” katanya.
Terkait kebijakan industri, Heris juga menyampaikan harapannya agar pemerintah tetap menjaga keseimbangan regulasi ekspor, khususnya yang berkaitan dengan bahan baku kayu. Ia menekankan pentingnya pengaturan yang ketat terhadap ekspor bahan baku agar tidak merugikan industri dalam negeri.
“Jika ekspor raw material kayu diperlonggar syarat, ketentuan, dan aturannya, maka bahan baku kita bisa keluar dalam jumlah besar dan justru akan dimanfaatkan negara lain untuk memproduksi furniture yang kemudian bersaing dengan Indonesia di pasar global,” tegasnya.
Menurut Heris, kebijakan yang lebih tepat adalah mendorong ekspor produk jadi, karena memberikan nilai tambah yang jauh lebih besar bagi perekonomian nasional.
“Kalau bisa yang didorong adalah ekspor barang jadi. Karena nilai tambahnya jauh lebih besar untuk negara,” tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa semakin berkembang industri furniture nasional, maka kontribusinya terhadap perekonomian negara akan semakin besar. Hal ini mencakup peningkatan devisa ekspor, penyerapan tenaga kerja, hingga penguatan ekosistem industri pendukung di dalam negeri.
“Kalau industri kita makin berkembang, otomatis kontribusi terhadap negara juga makin besar. Semua akan mendapatkan manfaat,” ujarnya.
Sebagai informasi, PT President Furniture dimiliki oleh Heris Nugroho bersama Ponco Suhirno, yang selama ini konsisten membawa produk furniture Indonesia menembus pasar internasional.
Melalui partisipasi di IFEX 2026, PT President Furniture optimistis dapat memperluas jaringan buyer global, memperkuat penetrasi pasar baru di kawasan Amerika Latin dan Afrika, serta terus mendorong ekspor furniture kayu bernilai tambah tinggi guna meningkatkan daya saing industri furniture Indonesia di pasar dunia.
