Junaedhi Mulyono Menang Aklamasi, APDESI Teguhkan Soliditas Organisasi
GNNINDONESIA.COM, JAKARTA – Musyawarah Nasional (Munas) V Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPP APDESI) Tahun 2026 secara resmi menetapkan Junaedhi Mulyono, SH sebagai Ketua Umum APDESI periode 2026–2031. Penetapan tersebut dilakukan secara suara bulat atau aklamasi oleh seluruh peserta Munas yang berlangsung pada 28–30 Januari 2026 di Jakarta.
Pemilihan Ketua Umum APDESI kali ini diikuti oleh dua kandidat, yakni Junaedhi Mulyono, SH, Kepala Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, serta Sumali, yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat APDESI sekaligus Ketua DPD APDESI Kalimantan Timur.
Namun setelah melalui rangkaian sidang pleno, penyampaian pandangan umum, serta dinamika musyawarah yang berlangsung secara demokratis dan kekeluargaan, seluruh Ketua DPD APDESI dari 37 provinsi se-Indonesia menyatakan dukungan penuh kepada Junaedhi Mulyono, SH. Dukungan tersebut kemudian dikukuhkan melalui mekanisme aklamasi.
Sidang pleno penetapan berlangsung khidmat dan penuh semangat persatuan. Ketukan palu pimpinan sidang menandai sahnya Junaedhi Mulyono, SH sebagai Ketua Umum APDESI terpilih untuk masa bakti lima tahun ke depan.
Munas V APDESI Tahun 2026 ini turut dihadiri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, serta sejumlah pejabat kementerian dan lembaga terkait. Selain itu, hadir pula jajaran pengurus DPP APDESI, para Ketua DPD APDESI dari 37 provinsi, serta ratusan kepala desa dari seluruh Indonesia.
Usai ditetapkan sebagai Ketua Umum APDESI terpilih periode 2026–2031, Junaedhi Mulyono, SH dalam sesi doorstop kepada awak media menyampaikan bahwa Munas V APDESI merupakan momentum penting dan bersejarah bagi seluruh kepala desa di Indonesia.
“Hari ini adalah hari yang sangat luar biasa. Dalam satu hari ini kita menyaksikan proses besar yang penuh semangat kebersamaan dari teman-teman APDESI. Ini adalah gerbong besar yang membawa harapan kepala desa di seluruh Indonesia untuk satu tujuan yang sama, yakni memajukan desa,” ujarnya.
Junaedhi menegaskan bahwa soliditas yang terbangun dalam Munas ini menunjukkan kesadaran kolektif kepala desa untuk menjadikan desa sebagai fondasi utama pembangunan nasional.
Di bawah kepemimpinannya, APDESI berkomitmen mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah desa dan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal serta kementerian dan lembaga lain yang berkaitan langsung dengan pembangunan desa.
“Kami akan mengajak kolaborasi pemerintah pusat, Kementerian Desa, dan kementerian terkait lainnya agar program-program desa ke depan bisa berjalan maksimal dan tepat sasaran,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya optimalisasi pemanfaatan dana desa. Menurutnya, persoalan utama bukan terletak pada besar kecilnya anggaran, melainkan pada bagaimana dana tersebut dikelola dan dimanfaatkan secara efektif demi kesejahteraan masyarakat desa.
“Dana desa sejatinya tidak berkurang. Yang perlu dibenahi adalah pemanfaatannya. Jika dikelola dengan baik, desa akan semakin maju dan percepatan pembangunan Indonesia bisa dimulai dari desa,” katanya.
Terkait program kerja APDESI ke depan, Junaedhi menyampaikan bahwa pengalaman Desa Ponggok yang telah dibangunnya selama kurang lebih 18 tahun akan dijadikan rujukan dan dibagikan kepada desa-desa lain di seluruh Indonesia.
“Apa yang sudah kami lakukan di Desa Ponggok akan kami tularkan kepada teman-teman kepala desa di seluruh Indonesia. Praktik-praktik baik itu tentu akan disesuaikan dengan karakter dan potensi masing-masing desa,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pembangunan desa ke depan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia, ketahanan pangan, ketahanan air, serta pengembangan ekonomi desa berbasis ekonomi sirkular.
“Investasi pendidikan sangat penting. Ada konsep satu rumah satu mahasiswa yang sejalan dengan program sekolah rakyat. Pendidikan adalah fondasi utama untuk membangun desa dan masa depan Indonesia,” ungkapnya.
Junaedhi juga menyinggung rencana pemerintah terkait penguatan sektor pendidikan desa, termasuk program dukungan bagi puluhan ribu mahasiswa yang akan mendapatkan bantuan pembiayaan dari Kementerian Desa.
“Ini peluang besar bagi desa. Dengan pendidikan dan ekonomi sirkular yang kuat, kebutuhan dan potensi desa bisa berputar dan tumbuh dari desa itu sendiri,” jelasnya.
Menutup pernyataannya, Junaedhi Mulyono, SH menegaskan komitmen APDESI di bawah kepemimpinannya untuk hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengedukasi, mengawal, dan mendampingi desa.
“Kami ingin APDESI menjadi rumah besar kepala desa yang mampu mengedukasi, mengawal, dan mendampingi program-program pembangunan agar berjalan satu arah, satu visi, dan benar-benar berdampak bagi kesejahteraan masyarakat desa,” pungkasnya.
Munas V APDESI Tahun 2026 mengusung tema “Konsolidasi Organisasi dalam Mendukung Implementasi Asta Cipta Pemerintahan Prabowo–Gibran”, yang menegaskan peran strategis desa sebagai ujung tombak pembangunan nasional.
