GNNINDONESIA.COM, JAKARTA – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Selatan, H. Affandi Udji, meminta agar aspirasi Kadin provinsi, kabupaten, dan kota ditindaklanjuti melalui program nyata yang mampu menjawab kebutuhan dunia usaha di daerah. Pesan tersebut disampaikannya ketika mewakili wilayah Indonesia bagian barat dalam Sidang Pleno II Rapimnas Kadin Indonesia 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (29/10/2026). Sidang Pleno II tersebut membahas pandangan umum Kadin provinsi dan Anggota Luar Biasa (ALB), termasuk berbagai persoalan yang berkaitan dengan pengembangan usaha dan pertumbuhan ekonomi nasional. H. Affandi Udji menilai pengurus Kadin di daerah memiliki pemahaman langsung mengenai potensi ekonomi, peluang investasi, dan hambatan yang dihadapi para pelaku usaha. Karena itu, masukan dari daerah perlu menjadi bagian penting dalam proses penyusunan program dan rekomendasi kebijakan Kadin Indonesia. Menurutnya, kebutuhan dunia usaha di setiap wilayah tidak selalu sama. Daerah dengan potensi pertanian dan perkebunan, misalnya, membutuhkan dukungan yang berbeda dari wilayah yang lebih bertumpu pada perdagangan, pertambangan, industri pengolahan, atau jasa logistik. Pendekatan yang mempertimbangkan karakteristik daerah dinilai dapat membantu penyusunan program yang lebih tepat sasaran. H. Affandi Udji juga menekankan bahwa hasil Rapimnas sebaiknya tidak berhenti sebagai dokumen rekomendasi. Setiap usulan strategis perlu diterjemahkan menjadi rencana kerja yang memiliki sasaran, penanggung jawab, jadwal pelaksanaan, dan mekanisme evaluasi. Dengan langkah tersebut, perkembangan setiap program dapat dipantau secara berkala, sementara kendala pelaksanaannya dapat segera diidentifikasi dan ditangani. Ia berharap Kadin Indonesia memperkuat komunikasi dengan jajaran organisasi di daerah agar kebijakan dan program yang disusun dapat menjawab kebutuhan anggota secara lebih efektif. Selain itu, sinergi antara Kadin, pemerintah, investor, dan pelaku usaha perlu diperluas untuk membuka peluang kemitraan, meningkatkan investasi produktif, serta memperkuat daya saing ekonomi daerah. H. Affandi Udji menegaskan bahwa pembangunan ekonomi yang berkualitas membutuhkan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan. Pertumbuhan ekonomi perlu disertai dengan penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, dan pemerataan kesempatan berusaha. Ia berharap Rapimnas Kadin Indonesia 2026 menghasilkan keputusan strategis yang dapat dilaksanakan secara konsisten, baik di tingkat nasional maupun daerah. Melalui tindak lanjut yang terukur dan koordinasi yang berkelanjutan, Kadin diharapkan semakin efektif dalam memperjuangkan kepentingan dunia usaha sekaligus mendukung pembangunan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan. Terkait Navigasi pos Sagolicious Instant Noodle, Inovasi Pangan Berbasis Pati Sagu Indonesia